film yang mengundang reaksi keras masyarakat, karena judulnya mengajak untuk berzinah (kata aa gym) dan tidak senonoh yang langsung ditarik dari bioskop - bioskop karena mengundang protes keras masyarakat atau mungkin kaum agama??
baiklah, saya akan mengutarakan pandangan saya terhadap film ini, tetapi sedikit saja karena saya juga belum pernah menontonnya, karena alasan saya jenuh melihat model model film ABG seperti ini.
melihat dari judul, yaitu "Buruan Cium Gue" menurut saya judulnya sangat mengajak dan merendahkan, mengapa??...mengambil perkataan aa gym yang berbicara "buruan zinahin gue" walaupun kandungan "cium" dan "zinah" sangat jauh bagaikan langit dan bumi, dimana "cium" bisa dilakukan oleh bukan pasangan kekasih, bisa juga antara kakak dan adik, orangtua dan anak, saudara antar saudara tanpa menyentuh aktifitas sexual, sendangkan kandungan "zinah" sudah pasti menyentuh kandungan sexual, ah ya tentu saja, ini bila dilihat dari kacamata umum.
mengapa saya bilang merendahkan?? mungkin dari peradaban timur yang mengatakan bahwa bila kaum wanita meminta cium duluan adalah murahan, tetapi saya tidak setuju hal tersebut, yang membuat saya berpendapat bahwa judul tersebut murahan karena kandungan isi film tersebut, jg kejenuhan saya, terhadap sesuatu hal yang bisa dibilang BASI, trend ABG kelas atas yang terlalu sering di expose lewat layar kaca yang bisa ditonton secara gratis di masyarakat. Juga judul yang tidak indah yang seharusnya kata2 "buruan cium gue" itu lebih bersifat privasi antara sepasang kekasih dan juga kata2 "buruan cium gue" itu seperti seseorang manusia yang mengobral dirinya untuk dicium oleh siapa saja. well saya disini tentu saja tidak akan menilai sesuatu sebelum tahu seperti apa kandungan sebenarnya, dont judge the book by its cover, aite???
terlepas dari judul, sebenarnya bagaimana sih kandungan film tersebut?? banyak yang bilang biasa saja, banyak yang bilang terlalu vulgar, untuk hal ini saya tidak mau berbicara banyak karena saya sendiri belum menonton film tersebut, tetapi saya bertanya2 kepada orang-orang atau lebih tepat saya bilang ABG-ABG yang sudah menonton, ternyata tidak ada kandungan sexual pun di dalamnya, seperti yang pernah ditampilkan di trailernya dimana salah satu personel sedang menyetir mobil dan mobilnya itu disetir oleng karena sepertinya teman wanitanya sedang melakukan oral sex, padahal sedang mencari barang yang terjatuh, taktik dari distibutor film untuk menarik penonton dengan cara yang jeli dan juga minimnya kreatifitas sineas film Indonesia karena adegan seperti itu seperti di dalam film sweetest thing. Film ini bercerita tentang pandangan seorang pria tentang ciuman pertama yang menurutnya harus dilakukan dengan saat yang tepat dan waktu yang tepat, saya tidak akan bercerita banyak karena saya anggap anda-anda semua sudah pasti mengetahui inti dari ceritanya.
tetapi apakah kandungan film ini tidak ada vulgar2nya?? oh tidak, ada satu adegan dimana pria dan wanita ini berciuman di lapangan basket sekolahan, ah yak...norak yak?? merokok aja gak boleh kok ini ciuman?? dan juga cerita yang itu-itu saja yang bercerita kehidupan masa muda yang senang senang dan tanpa masalah, potret kehidupan ABG-ABG kalangan atas dan berada. monoton
baiklah sekarang kita bicara tentang dari sudut pandang mana kita melihat sesuatu, bila kita bicara tentang AA Gym yang notabenenya adalah seorang ulama, sudah pasti dia melihat sesuatunya dari sisi agama, dan sudah pasti diikuti oleh orang-orang yang sependapat dengan AA Gym atau juga yang cuma ikut2an biar dipandang alim..hehehehhe...sudah pasti diprotes. (dimana yang membuat saya bingung, kemana AA Gym sewaktu Eiffel Im In Love dan AADC diputar yang memuat adegan ciuman tidak protes?? tampaknya AA Gym hanya menilai sesuatu dari judulnya saja)
tetapi bila kita melihat dari kacamata umum, menurut saya hanya judulnya saja bermasalah sehingga mengundang reaksi keras dari masyarakat -walaupun saya secara pribadi menganggap seluruh kandungannya bermasalah- isinya tidak sevulgar seperti yang digembar-gemborkan.
yang membuat saya tertawa terbahak adalah, campur tangan MUI terhadap masalah ini, iyaaaaaaaak...Majelis yang menurut saya adalah cuma sebatas pengekor, tidak bertindak kalau tidak ada protes dan bertindak dengan JUMAWA begitu ada protes, hey for all the ppl in MUI, bertindaklah dengan tegas tanpa harus menunggu protes terlebih dahulu.
jadi menurut opini saya tentang film ini, cuma penduplikasi film2 sejenis dari negara barat sono, negara dimana manusia2 di Indonesia sekarang begitu mengagungkannya. coba saja itu judul diganti dengan yang lebih sopan seperti "Ciuman Pertama" mungkin..tidak akan mengundang reaksi sekeras sekarang. layak tontonkah?? menurut saya yang sudah mencukupi umur sih...layak2 saja, tetapi saya pribadi dan sudah saya utarakan berkali2...jenuh dengan film model2 seperti ini. saatnya sineas Indonesia membuat sesuatu yang beda seperti film "Mengejar Matahari" atau "The Soul" yang terakhir -Katanya- cukup bagus karena berbobot tetapi kurang laku di masyarakat.
Sekian